Festival Danau Limboto, Pesona Dari Gorontalo

Tari Biteya, merupakan tarian pembukaan dalam Festival Danau Limboto. Tarian ini diciptakan oleh seniman  Umar Djafar (almarhum) sekaligus dengan lagunya yaitu Biteya. Biteya berasal dari kata bite artinya dayung, biteya artinya dayunglah sampai ke tempat tujuan. (foto: Ist)

jalanjalankitadotcom – Festival Danau Limboto, adalah salah satu pesona wisata dari Provinsi Gorontalo dengan setting Danau Limboto, yang memiliki luas 3.000 hektar sekaligus muara dari lima sungai besar, Sungai Bone Bolango, Sungai Alo, Sungai Daenaa, Sungai Bionga, dan Sungai Molalahu.

Di era orde lama, Danau ini dipilih untuk lokasi pendaratan pesawat amfibi yang ditumpangi Presiden Soekarno saat mengunjungi Gorontalo.

Kedalaman yang sebelumnya mencapai 27 meter,  kini hanya berkisar antara 7 hingga 8 meter. Hal ini membuat kawasan danau ini banyak dimanfaatkan warga, untuk memancing karena banyaknya vegetasi muai dari gelagah hingga bungga teratai, yang menjadi rumah ikan-ikan permukaan.

 

Festival Pesona Danau Limboto 2018 sendiri, akan bergulir akhir pekan ini dengan beragam keseruan, salah satunya Go Dulamayo Adventure. Kegiatan ini dipastikan menarik karena digelar di destinasi favorit anak-anak muda Gorontalo, yakni Puncak Dulamayo.

Puncak Dulamayo terletak di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga Puncak, Kabupaten Gorontalo. Kawasan ini sangat sejuk, karena merupakan dataran tinggi. Selain itu, Dulamayo dikeliling hutan pinus yang keren.

Yang membuat anak-anak muda Gorontalo semakin senang dengan Puncak Dulamayo, adalah viewnya yang ciamik. Dan pastinya instagramable. Apalagi pemandangan dari atas puncak. Keren abis.

“Dulamayo akan menjadi bagian seru dari Festival Pesona Danau Limboto 2018. Kegiatan ini akan menjadi pembeda. Karena, membuat Festival Pesona Danau Limboto tidak melulu terpusat di danau. Ada atraksi lain untuk menarik wisatawan. khususnya mereka yang suka adventure,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Selasa (18/9).

Saat Festival Pesona Danau Limboto berangsung, Dulamayo akan dipenuhi atraksi. Seperti pakai bedak massal, minum 1000 gelas kopi khas Dulamayo, camping massal dan lainnya. Semuanya terangkum dalam Go Dulamayo Adventure. Catat ya, kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan.

Dari pusat Kota Gorontalo, Puncak Dulamayo tidak jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam perjalanan dengan mengendarai mobil. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menanjak 30 menit rasa letih langsung dapat terbayarkan.

Tari Biteya, menjadi tari pembuka dalam Festival Danau Limboto (Foto: Ist)

Tarian Pembukaan.

Tari Biteya diciptakan oleh seniman Bapak Umar Djafar (almarhum) sekaligus dengan lagunya yaitu biteya, lalu dikembangkan oleh seniman tari Bapak Wazir Antuli dan Bapak Kum Eraku.

Biteya berasal dari kata bite artinya dayung, biteya artinya dayunglah sampai ke tempat tujuan.

Tari biteya mengisahkan tentang kehidupan nelayan, mulai dari persiapan seorang nelayan sampai pada proses penangkapan ikan di laut. Tarian ini dimainkan oleh lima samapi dengan tujuh pasang penari putra dan putri.

Busana yang dipakai oleh para penari adalah busana kaum nelayan, warna busana didominasi oleh warna hitam, memakai ikat kepala, sarung melilit di pinggang, memakai tolu (wontuwo). Musik pengiring adalah musik etnis dipadukan dengan alat-alat musik modern.

 

 

Pagi hari ataupun menjelang senja merupakan waktu paling baik untuk mengunjungi Danau Limboto. Pada waktu-waktu seperti ini, pengunjung dapat melihat permainan warna alam yang disebabkan matahari terbit ataupun tenggelam, yang semakin mempercantik pesona Danau Limboto.

Sementara itu, pemandangan di sore hari akan semakin menawan dengan burung-burung liar yang beterbangan bebas di danau. Mereka merupakan burung-burung liar yang tengah pulang dari pengembaraannya.

Kecantikan Danau Limboto akan semakin bertambah jika musim bunga telah tiba. Pada musim ini, eceng gondok dan gelagah akan berbunga, menebarkan bau wangi yang semerbak.

Terlebih lagi jika bersamaan dengan merekahnya bunga-bunga teratai, sebagian permukaan Danau Limboto akan tertutupi bunga teratai yang indah.

Jika lapar menyerang di tengah asyiknya menikmati pesona danau, pengunjung tidak perlu khawatir. Masyarakat nelayan sekitar danau ini menjual berbagai ikan bakar seperti nila, gabus, dan mujair, yang dapat disantap dengan sambal dabu-dabu.

Ikan-ikan bakar hasil olahan nelayan setempat ini dijamin segar, karena merupakan ikan hasil tangkapan sendiri.

Selain ikan, udang lembut (rebon) juga dapat menjadi alternatif menarik bagi para pengunjung yang ingin bersantap di tepi Danau Limboto.

Biasanya oleh penduduk setempat, udang ini hanya dicuci bersih, kemudian dicampur dengan kelapa parut, air jeruk nipis, serta bumbu-bumbu lainnya.

Campuran rasa gurih, manis, dan pedas, dari masakan ini akan mampu membuat lidah pengunjung bergoyang menikmati kelezatannya.

Lokasi Danau Limboto dekat dengan Bandara Jalaluddin, sehingga membuat pengunjung dari luar Gorontalo tidak terlalu sulit untuk mencapainya.

Dari Bandara menuju Danau Limboto dapat ditempuh dengan menggunakan taksi ataupun mobil sewaan yang banyak menunggu di sekitar bandara.

Untuk menikmati pesona kecantikan Danau Limboto, pengunjung tidak dikenakan biaya apapun.

Di Kampung Kayudurian, salah satu kampung yang berada di tepi Danau Limboto, pengunjung dapat dengan mudah menemui pendayung yang siap mengantar berkeliling danau.

Para pendayung ini akan menawarkan beberapa rute berperahu seperti ke bagian penjual ikan, berkeliling danau di sekitar Kampung Kayudurian, ataupun berperahu menyeberangi Danau Limboto.

Harga untuk berperahu ini, nantinya bergantung rute dan kesepakatan antara pendayung dengan pengunjung.

 

 

Untuk urusan amenitas, Gorontalo memiliki pilihan yang sangat lengkap. Mulai dari hotel berbintang, hingga homestay. Namun, jika Kamu memiliki jiwa berpetualang, berkemah di Dulamayo sangat direkomendasikan.

 

Bagikan ke

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.