Ini TopTen Wisata di Kota Bengkulu

Festival Musik Dol yang rutin digelar di Pantai Panjang Bengkulu pada bulan November. Namun selama Festival Tabut, kita juga bisa menikmati ratusan kreasi musik dol yang ditampilkan para peserta lomba.

jalanjalankitadotcom – Masa libur lebaran jelas menjadi waktu mudik piilihan sekaligus masa liburan yang ditunggu-tunggu mayoritas masyarakat Indonesia.

Selain untuk bersilaturahmi dan merayakan Hari Raya Idul Fitri, masa libur inipun pasti dimanfaatkan untuk rekreasi keluarga maupun perjalanan wisata.

Nah kami telah merangkum 10 objek wisata andalan atau Top Ten Wisata Bengkulu, yang layak kamu jadikan sebagai referensi untuk menikmati masa libur lebaran baik dengan keluarga maupun teman-teman dekat.

Ke-10 lokasi wisata Bengkulu ini, bisa kamu kunjungi hanya dalam waktu sekitar satu hari. Jadi kamu cukup meluangkan waktu sehari, untuk bisa berselfie ria di masing-masing lokasi.

Namun demikian, juga masih ada sejumlah objek wisata Bengkulu lainnya yang sebenarnya juga sangat layak menjadi referensi, tergantung dengan seberapa lama masa liburan kamu serta daerah yang kamu tuju.

Jadi diluar 10 nominasi berikut ini, sebenarnya masih ada banyak puluhan objek wisata indah lainnya, yang juga layak kamu kunjungi.

Ok guys berikut Top Ten Wisata Bengkulu menurut tim jalanjalankita.com edisi tahun 2018:

  1. Pantai Panjang

Pada urutan nomor satu tentu tidak akan tergantikan, yakni objek wisata andalan Provinsi Bengkulu yang ada di Kota Bengkulu yakni Pantai Panjang.

Lokasinya yang super strategis yakni di pusat jantung Kota Bengkulu yang sekaligus ibukota Provinsi Bengkulu, menjadikan objek wisata ini paling banyak menyedot kunjungan wisatawan baik lokal bahkan internasional.

Pantai Panjang, berada di Kota Bengkulu yang merupakan ibukota dari Provinsi Bengkulu. Lokasinya juga sangat dekat dengan pusat kota, hanya sekitar 5-10 menit dengan kendaraan. Membentang sekitar 7 kilometer dari ujung ke ujung, lengkap dengan puluhan sarana penginapan hingga hotel berbintang.

Hanya diperlukan waktu sekitar 5-20 menit untuk sampai di Pantai Panjang, dari dimanapun posisi Anda di Kota Bengkulu. Ini karena posisi Pantai Panjang, memang tepat beradai di tengah-tengah wilayah Kota Bengkulu.

Keunggulan lainnya yang dimiliki Pantai Panjang, adalah bentang garis pantainya yang mencapai lebih dari 7 kilometer, lengkap dengan variasi pilihan wisata di setiap titiknya.

Meski beberapa titik dilarang untuk aktifitas mandi, namun ada dua titik utama yang menjadi favorit pengunjung yang ingin sekedar berbasah-basah ria, ataupun merasakan sensasi sejumlah wahana permainan air, seperti banana boat hingga jetski.

Kedua titik tersebut adalah Pantai Jakat dan Pantai Tapak Paderi, yang biasanya selalu dipenuhi puluhan hingga ratusan ribu pengunjung pada puncak-puncak masa liburan. Dan bisa dipastikan mereka mayoritas berasal dari sejumlah provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan, Jambi hingga Sumatera Barat.

Keunggulan berikutnya tentu ciri khas adanya ribuan pohon cemara laut, yang hanya ada di Pantai Panjang dan tidak akan ditemukan di pantai lain di Indonesia. Hal ini ditambah dengan keberadaan puluhan hotel  berbintang hingga homestay di sepanjang jalur jalan wisata Pantai Panjang.

Dijamin Anda tidak akan tersesat untuk menemukan Pantai Panjang.

2. Pantai Jakat

Seperti yang sudah dibocorin di paragraf di atas, Pantai Jakat sebenarnya masih merupakan bagian dari landmark utama Pantai Panjang.

Namun warga lokal sejak dulu sebelum pembangunan jalan pariwisata penghubung, sudah lebih dulu mengenal wilayah ini dengan sebutan Pantai Jakat.

Perbedaan mencolok dibandingkan dengan kawasan utama Pantai Panjang, adalah di sini kita bisa sepuasnya menikmati deburan ombak, mandi, berselancar, bermain bananan boat, jetski atau  sekedar mengapung dengan ban-ban sederhana.

Beberapa pengunjung saat menikmati wahanan Banana Boat di kawasan Pantai Jakat Kota Bengkulu. (Foto: akun instagram @baqi354)

Bisa dibilang, di kawasan inilah pengunjung bisa sepuasnya menikmati kesegaran laut Pantai Panjang. Ini karena di kawasan utama Pantai Panjang, memang dilarang keras bagi pengunjung untuk beraktifitas di bibir pantai apalagi mandi karena banyaknya karang bawah air serta derasnya arus bawah laut di daerah tersebut.

Hal ini berbanding terbalik dengan di Pantai Jakat, dimana kontur pantainya sangat landai dan bebas dari karang bahkan hingga beberapa ratus meter ke arah laut.

Maka tidak heran, di kawasan ini begitu banyak pedagang yang menyewakan ban, banana boat hingga jetski.

3. Benteng Marlborough

Benteng atau Fort Marlborough merupakan salah satu bukti peninggalan Inggris yang pernah menduduki Bengkulu selama beberapa ratus tahun, sebelum akhirnya ditukar guling dengan Singapura.

Fort Marlborough merupakan benteng terkuat dan terbesar kedua milik Inggris di kawasan Asia, yang dibangun selama masa imperealisme.

Di sini pula tokoh proklamator Indonesia yakni Soekarno sempat diasingkan dan ditahan oleh Belanda. Dan disini pula sejumlah tokoh penting Inggris kala itu harus tewas ditangan para pejuang pribumi, yang tak terima dengan sejumlah kebijakan dan tindakan semena-mena penjajah.

Benteng Marlborough tampak dari salah satu sudut akses masuk utama. Benteng Marlborough sendiri bila dilihat dari sisi bagian atas bentuknya mirip dengan bentuk kura-kura.

Kini benteng ini menjadi salah satu ikon wisata utama di Bengkulu selain Pantai Panjang. Lokasinyapun sangat strategis, yakni masih di garis Pantai Panjang. Benteng ini dibangun tak jauh dari lokasi pelabuhan perdagangan lama yakni Tapak Paderi, sebelum akhirnya dibangun pelabuhan baru di kawasan Pulau Baai.

Bentuk benteng ini memang sangat ikonik, yakni mirip kura-kura bila dilihat dari udara. Ukurannya yang sangat besar, menjadikan benteng ini memiliki banyak ruangan serta bagian-bagian bangunan yang dulunya memiliki fungsi berbeda-beda.

Saat Inggris datang ke Bengkulu, benteng pertama yang dibangun sebenarnya bukan di lokasi Benteng Marlborough, melainkan Fort York yang berada sekitar 2 kilometer jaraknya, tepatnya di tepian Sungai Bengkulu.

4. Rumah Bung Karno

Bukan hal aneh lagi bagi Soekarno mendapat perlakuan keji dari Belanda dan Jepang, selama memimpin pergerakan kemerdekaan bahkan setelah proklamasi kemerdekaan. Diasingkan, adalah salah satu hukuman yang kerap diberikan Belanda untuk membungkam Soekarno.

Tapi tokoh karismatik sekaigus penguasa mimbar ini, bukannya surut tapi malah semakin matang dan semakin kuat di hati masyarakat Indonesia.

Salah satu jejak sejarah bagi Soekarno dan republik ini, adalah rumah pengasingan Bung Karno di kawasan Kelurahan Anggut yang masih terjaga hingga kini. Di sini juga masih tersimpan rapi, puluhan hingga ratusan buku-buku koleksi Soekarno, hingga sepeda dan ranjang tidur Soekarno bersama Inggit, istri keduanya saat diasingkan ke Bengkulu.

Rumah Bung Karno di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Keluraan Anggut Atas Kota Bengkulu. (Foto: Ist)

Di Bengkulu pula Soekarno kemudian bertemu dengan Ibu Negara Fatmawati, yang kala itu masih berusia remaja dan merupakan teman main anak Soekarno dan Inggit.

Jarak rumah pengasingan Soekarno dan Rumah orang tua Fatmawati memang hanya sekitar satu kilometer. Sehingga intensitas pertemuan keduanya bisa dibilang cukup mudah.

Satu hal yang menjadi kebiasaan sejumlah pengunjung saat berziarah, adalah membasuh muka dengan air sumur peninggalan Soekarno. Sumur ini terletak dibagian belakang rumah, yang masih terawat hingga kini.

5. Rumah Fatmawati

Meski sebelumnya bukan menetap di Bengkulu, Fatmawati dan keluarga akhirnya menempati salah satu rumah famili mereka di kawasan Kelurahan Penurunan.

Dari rumah inilah, Fatmawati kecil beranjak dewasa hingga akhirnya dipersunting oleh Soekarno kala itu. Setelah menikah dengan Soekarno, Fatmawati kemudian diboyong ke Jakarta.

Replika patung Fatmawati yang dipajang di depan kediaman keluarga di Jalan Fatmawati nomor 10 Kota Bengkulu.

Namun kenangan akan Fatmawati termasuk mesin jahit legendaris yang melahirkan Bendera Pusaka Merah Putih, hingga kini tersimpan rapi di rumahnya di kawasan Penurunan tersebut.

Di rumah ini, juga tersimpan beberapa kebaya kenegaraan Fatmawati, yang digunakan saat menghadiri acara-acara resmi sebagai Ibu Negara. Juga masih tersimpan tempat tidur hingga meja rias pribadi Fatmawati di dalam kamar pribadinya.

Selain itu, rumah tersebut kini lebih banyak dihiasi dengan foto-foto kenangan bersama Bung Karno di sejumlah momen kenegaraan termasuk dengan sejumlah pemimpin dunia kala itu.

6. Masjid Jamik (Peninggalan Bung Karno)

Tak lengkap rasanya, bila berkunjung ke rumah Bung Karno tanpa melihat langsung salah satu hasil mahakarya Soekarno selama di Bengkulu.

Adalah Masjid Jamik yang berada di kawasan jalan Letjend Suprapto, yang merupakan karya arsitektur lulusan ITB ini.

Masjid Jamik di Kota Bengkulu.

Desainnya memang jauh berbeda dari mayoritas dan semua masjid yang ada di Bengkulu. Bagian atap atau kubahnya tidak berbentuk bundar, melainkan atap limas yang disusun bertingkat.

Karakter arsitektur yang khas inilah, yang membuat masjid ini tampil beda dengan masjid-masjid yang lain. Saat ini Masjid Jamik hasil karya pemugaran oleh Soekarno ini, sudah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya yang dilindungi Undang-undang.

7. Wisata Mangrove

Kampung Sejahtera, demikian sebutan bagi pintu masuk menuju objek wisata alternatif yang ada di Kota Bengkulu ini.

Untuk menikmati panorama wisata mangrove yang biasanya menggunakan jasa perahu nelayan ini, kita bisa mencapainya dari Kampung Sejahtera yang ada di Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu, tepatnya di seberang dermaga kapal Perintis atau TPI Pulau Baai.

Begitu menginjakkan kaki di daerah ini, dijamin Anda tak sabar untuk segera berfoto dan berselfie ria karena memang kawasan ini ditata rapi dan apik menjadi background foto.

Tujuan utama para pengunjung ke lokasi ini, biasanya adalah untuk berfoto.

Bagi anda yang khawatir mabuk perjalanan di air, tak usah berkecil hati karena anda juga bisa cukup puas berselfie ria di lokasi ini tanpa harus naik ke kapal.

Dan bagi kamu yang ingin mengelilingi hutan mangrove, bisa menumpang jasa kapal nelayan setempat dengan tarif Cuma Rp 5-20 ribu per orang, tergantung nego ya hehehe.

Sekedar saran, ada baiknya siapkan topi ataupun pelindung panas lainnya karena terik matahari akan lebih terasa saat kita berada di air.

8. Danau Dendam Tak Sudah

Satu lagi lokasi bersantai yang biasanya diincar pengunjung, adalah kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah atau tepatnya Danau Dam Tak Sudah.

Penamaan lokasi ini merujuk pada mengkraknya proyek pembangunan DAM di masa Belanda untuk kebutuhan pengairan persawahan, yang tak kunjung diselesaikan hingga saat ini. Namun entah bagaimana, dalam perjalanannya penamaannya justru lebih dikenal dengan nama Danau Dendam Tak Sudah.

Satu hal yang pasti, wilayah ini masih dalam penataan Pemda Provinsi Bengkulu. Jadi wajar bila anda berkunjung ke wilayah ini, belum begitu banyak sarana pendukung yang bisa ditemui, khususnya untuk bersantai.

Pemerintah telah merencanakan untuk membangun area jogging track, di sepanjang tepian utama Danau Dendam Tak Sudah. Namun belum ada kepastian, kapan proyek ini akan mulai dikerjakan.

9. Pulau Tikus

Berikutnya adalah wisata kepulauan sekaligus bawah laut, yang berjarak sekitar berapa kilometer dari lepas Pantai Panjang.

Bila kita berdiri di sembarang titik di tepi pantai Kota Bengkulu, tentu kita akan menemukan sebuah pulau kecil di kejauhan tepatnya ke arah samudera Hindia.

Jarak tempuhnya sekitar 30-45 menit dari bibir pantai Bengkulu. Lebih enak lagi karena saat ini sudah ada banyak layanan jasa, yang menyediakan jasa wisata ke Pulau Tikus berikut wisata bawah lautnya dengan beragam paket penawaran.

Sayangnya tidak setiap waktu kita bisa berkunjung ke sini, karena sepenuhnya tergantung kondisi cuaca dan laut Hindia.

Tapi bisa dipastikan, berwisata ke Pulau Tikus akan memberikan sensasi wisata yang tak terlupakan, yang selama ini mayoritas baru ada di objek-objek wisata unggulan di wilayah timur Indonesia maupun sekitar pulau jawa.

10. Pusat Kuliner Anggut

Nah bagian terakhir, adalah opsi wajib saat seluruh rute perjalanan wisata sudah kamu jelajahi. Tentu tidak akan lengkap rasanya, berwisata tanpa pulang membawa buah tangan dan oleh-oleh untuk kerabat dan teman dekat anda.

Sederet toko oleh-oleh yang ada di salah satu sisi Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Anggut Atas Kota Bengkulu. (foto by Alfha)

Sentra kuliner ini berada di wilayah keluraha Anggut Atas, tepatnya di jalan Soekarno-Hatta dan masih satu lokasi dengan Rumah Bung Karno dan Rumah Fatmawati.

Lebih lengkap soal sentra oleh-oleh khas Bengkulu ini, bisa kalian baca di sini guys.

 

Bagikan ke

13 thoughts on “Ini TopTen Wisata di Kota Bengkulu

  1. Mantafff…. Hampir setiap tahun berkunjung ke Bengkulu, tapi pas nyari oleh -oleh sering pusing, pusing mbayarnya wkwkwk, maklum kantong backpaker wkwkkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.