Kunci Sukses, UKM Bengkulu Wajib Gaul di Sosmed

Kadis Koperasi UKM Provinsi Bengkulu, Hj. Yuliswani, SE. MM berpose bersama salah satu pengusaha oleh-oleh khas Bengkulu dalam pameran produk koperasi, usaha kecil dan menengah yang digelar di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu Sabtu-Minggu lalu. (foto by Rio Anderta)

jalanjalankitadotcom – Ajang pameran Produk Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang digelar Diskop UKM Provinsi Bengkulu Sabtu (29/7) lalu, menjadi momentum tersendiri bagi puluhan pengusaha dan pemilik UKM lokal.

Tak hanya diberi kesempatan untuk memasarkan dan memamerkan produk-produk ungggulan yang mereka hasilkan, para pengusa dan penggiat industri daerah ini juga mendapat berbagai masukan, inovasi hingga koreksi. Baik untuk pengemasan, pengelolaan, packaging dan yang terutama ini menembus pasar.

Nah sob, bagian menembus pasar ini memang menjadi tantangan terberat, dan gak semua bisa ditembus oleh para penggiat usaha, khususnya yang tak memiliki akses pemasaran yang luas.

Hal inilah brow yang diingatkan Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Bengkulu, Hj. Yuliswani, SE. MM saat membuka pameran produk koperasi dan UKM yang digelar Sabtu-Minggu lalu di kawasan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu.

Duh nih bu kadis dan pasukannya bisa aja yah, milih tempat untuk buat pameran oleh-oleh nya Bengkulu, jadinya mata-mata traveller yang jelalatan ama benda-benda unik, jadi gampang mampir menemukan sasaran incarannya hehe. 😀  😀  😎  😎

Secara Pantai Panjang kan memang ikon wisata utamanya Provinsi Bengkulu yah, jadi ribuan pejalan, turis, wisatawan, ataupun traveller lokal maupun luar daerah dan luar negeri githu, pasti gampang banget nemu nih lokasi karena biasanya menjadikan Pantai Panjang sebagai trip wajib utama yang harus dikunjungi.

Usaha Ikan Kering Tawar “JN” yang menjadi salah satu peserta pameran produk koperasi dan UKM Diskop UKM Provinsi Bengkulu.(foto oleh Rio Anderta)

Kita berdoah deh semoga pusat-pusat wisata beken macam ini, makin sering jadi lokasi penyelenggaraan event khususnya kalo menyangkut oleh-oleh. Ya gak brow.

“Pelaku usaha baik itu UKM maupun pelaku industri lokal yang sudah punya nama, harus melek dan gaul sama sosial media alias IT. Sekarang kan jamannya serba digital, pertemuan fisik itukan cukup sesekali di moment tertentu kayak pameran ini.” terang Yuliswani yang rupanya pernah mendapat penghargaan khusus dari Kementerian Koperasi dan UKM, pada kategori Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada 22 Juni 2017 lalu.

Wah pantes aja beliau paham betul seluk beluk dan liku pembinaan usaha-usaha daerah, ampe urusan teknis pemasaran githu ya.

Piagam penghargaan yang diberikan Kementerian Koperasi UKM kepada Hj. Yuliswani SH, MM dalam kategori Bakti Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada 22 Juni 2017 lalu.

Menariknya, Yuliswani menyebut keluhan mayoritas pengusaha dan pelaku industri UKM soal ketiadaan tempat usaha ataupun lokasi pemasaran, menurutnya justru tidak tepat.

Yuliswani menyebut saat ini semua sudah serba digital. Hal inilah yang harusnya benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha, untuk memprosikan produk maupun membangun jaringan penjualan.

Sosial media, saat ini membuat jarak dan tempat bukan lagi halangan. Dengan sosial media pula, para pelaku usaha di Bengkulu khususnya yang fokus pada produk oleh-oleh, seharusnya bisa mendapat tempat khusus di kalangan wisatawan dan traveller, yang rata-rata memanfaatkan sosial media sebagai salah satu guide atau panduan utama perjalanan mereka.

“Kita harus melek dan gaul dengan sosial media. Wisatawan dan traveller khususnya luar daerah, itukan pasti akan mencari informasi awal tentang lokasi tujuan wisata yang akan dikunjungi menggunakan gadget mereka, termasuk urusan oleh-oleh. Nah celah inilah yang harusnya kita manfaatkan secara maksimal, jadi gak perlu pusing soal tempat berjualan lagi.” imbuh Yuliswani.

Hemmmm udah ntah paragraf ke berapa nih, pecah juga rekor ane nulis berformal-forma githu yah wkwkwkk. Akhirnya bisa juga menulis sesuai arahan guru bahasa Indonesia di jaman SMA dulu hehe, yah meskipun masih banyak kata-kata yang keblingernya juga hahaha. 😀  😮  😆

Nah yang bikin pusing mata saya itu, saat datang ke lokasi pameran, saya galau mau melongok dan milih oleh-oleh yang mana. Secara ada ribuan item oleh-oleh khas Bengkulu yang dipamerkan para pelaku UKM Bengkulu di ajang pameran kali ini.

Salah satu peserta pameran dengan Kopi biji salak sebagai salah satu produk unggulannya.

Mulai dari aneka produk olahan kopi baik varietas Arabika, Robusta, kopi lokal maupun campuran dari komposisi ketiganya, bahkan ada juga noh kopi dari biji salak men, beuhhh keren banget sih hahaha.

(Baca juga: Hijaber Sekaligus Barista, What??! Loe Percaya Men? )

Masih ada juga aneka produk tas yang dijamin bikin mata para emak-emak langsung ijo dan narik atm para bapak-bapak nya untuk dibelanjain, soale kece badai dah tampilan tas nya, mana beberapa diantaranya udah mampu menembus pasar Perancis pula.

Selain itu ada juga ratusan item olahanan makanan, cemilan, ampe urusan oleh-oleh kelas berat seperti lukisan, kao, hingga batik khasnya Bengkulu yakni Kain Basurek.

Karena malas pusing, akhirnya ane sendiri memilih fokus ama urusan kopi mengkopi. Yah secara memang maniak kopi amatir yang pengen ngerti lebih lanjut jagad perkopian yang bikin ngiler dan bikin kaya banyak orang hehe.

Wokeh…catatannya saya akhiri dulu yah, saya masih mau nyari oleh-oleh yang pas buat saya dolo yah….

 

  • Artikel ini dibuat berkenaan agenda #BloggerBengkulu bersama Diskop UKM Provinsi Bengkulu bersaman dengan peringatan HARKOPNAS ke-70 di Bengkulu #UkmBengkuluNaikKelas 
Bagikan ke

8 thoughts on “Kunci Sukses, UKM Bengkulu Wajib Gaul di Sosmed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*