Mangkaluagh, Tradisi Yang Bikin Super Kenyang

Beberapa Tamu dan Menda tengah menikmati sajian di salah satu Tuan Rumah Mangkaluagh di Kecamatan Kedurang.

Jalanjalankitadotcom – Cerita perjalanan saya kali ini masih dari wilayah Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

Bila sebelumnya kita mengulas tentang salah satu kuliner khasnya warga Kedurang yakni Bubur Dawat alias Dawet Dusun, obrolan ringan kita kali ini juga masih soal makan-makan hehehe, jossss tenan kan.

Suku Pasmah, demikian sebutan bagi mayoritas warga asli yang mendiami wilayah Kedurang maupun Kedurang Ilir.

Secara dialeg bahasa, sebenarnya suku Pasmah ini menurut saya masih satu rumpun dengan suku Serawai yang tersebar di wilayah Provinsi Bengkulu bagian selatan hingga ke perbatasan Lampung.

Ada sejumlah tradisi yang menurut kacamata saya sebagai seorang Menda (keluarga besan pendatang di daerah ini) cukup unik, dan mungkin hanya akan saya temukan di sini.

Salah satu tradisi unik ini, adalah Mangkaluagh (maaf kalo penulisannya masih keliru, karena dialeg lokalnya menurut saya cukup sulit untuk dituliskan dalam bahasa Indonesia hehe).

Mangkaluagh menurut penuturan warga setempat yang saya temui, adalah sebuah tradisi yang biasanya ada dalam rangkaian resepsi pernikahan, tepatnya untuk urusan menjamu tamu undangan.

Namun biasanya akan lebih dikhususkan bagi para keluarga pengiring manten atau Menda, yang datang mengantar sang manten ke keluarga besan penyelenggara hajatan.

Para tamu undangan ini bukannya pulang, tapi tengah menuju salah satu rumah yang menyiapkan Mangkaluagh.

Mangkaluagh merupakan tradisi menjamu tamu sepokok rumah oleh tetangga atau keluarga dekat pemilik hajatan. Biasanya merupakan keluarga atau tetangga terdekat dengan rumah atau lokasi resepsi yang telah ditunjuk.

Tamu yang datang sejak pagi hari, biasanya akan dijamu oleh tetangga yang ditunjuk sebagai Tuan Rumah Mangkaluagh oleh si empu hajat. Hal ini biasanya untuk mengantisipasi tamu kelaparan, karena acara memang baru akan dimulai dalam beberapa jam lagi.

Jamuan atau Mangkaluagh ini, akan digelar sesaat setelah rombongan tiba di lokasi, sembari menunggu prosesi acara utama resepsi pernikahan dimulai.

Para menda maupun tamu undangan yang sudah hadir sebelum acara dimulai, kemudian akan dipersilahkan mengikuti para penanggung jawab untuk menuju lokasi jamuan.

Ringkasnya begini, dalam rembuk keluarga atau rapat persiapan hajatan sebelum hari pelaksanaa, biasanya akan ditunjuk sekitar 20-30 rumah warga yang berada di sekitar lokasi hajatan, bisa keluarga dekat bisa juga tetangga, untuk bertanggung jawab menjamu para Menda yang datang mengiring manten.

Tamu maupun Menda akan dijamu secara bergantian. Setiap tuan rumah Mangkaluagh, bisa menjamu hingga beberapa kali sebelum prosesi acara utama dimulai.

Di sini biasanya panitia akan memanggil satu-persatu tuan rumah Mangkaluagh untuk mengantar para menda ini ke lokasi jamuan. Setiap kelompok biasanya akan terdiri antara 7 hingga 12 orang, tergantung kapasitas rumah warga yang menyiapkan Mangkaluagh.

Lalu muncul pertanyaan, apakah menu Mangkaluagh ini akan sama atau berbeda dengan menu utama yang disiapkan di lokasi resepsi? Saya pastikan memang berbeda, dan akan sangat tergantung masing-masing tuan rumah Mangkaluagh. Jadi bisa saja menu yang akan saya santap, berbeda dengan menu yang Anda temukan di rumah Tuan rumah Mangkaluagh yang lain.

Ini karena memang seluruh menu yang disajikan pada Mangkaluagh, benar-benar disiapkan sendiri oleh penanggung jawab masing-masing dan bukan oleh tuan rumah hajatan.

Akan tetapi, biasanya tuan rumah yang punya hajat, bila memotong sapi atau kerbau menjelang hari pelaksanaan, maka dagingnya akan ikut dibagikan kepada beberapa tetangga yang dipilih/dipercaya sebagai tuan rumah Mangkaluagh.

Nah kami sebenarnya bukan Menda atau Tamu, sebenarnya kami masih keluarga yang punya hajatan, tapi karena lapar melanda juga ikut-ikutan Mangkaluagh hehehe.

Setelah menikmati sajian dalam Mangkaluagh, berikutnya para tamu ataupun Menda akan dipersilahkan untuk kembali ke lokasi utama resepsi, untuk mengikuti rangkaian acara yang akan dimulai.

Sehingga saya jamin, bila pun kita datang ke resepsi acara terlalu pagi, kita tidak perlu khawatir akan kelaparan dan kehausan. Yang ada malah akan kelewat kenyang, karena setelah mengikuti mangkaluah kita juga masih akan menikmati menu prancisan di lokasi utama resepsi.

Hemm, tradisi yang benar-benar luar biasa hehe.

 

Bagikan ke

20 thoughts on “Mangkaluagh, Tradisi Yang Bikin Super Kenyang

  1. Waaah .. pesta besar namanya ini ya … 😁
    Mantaap.

    Kalo aku berada disitu, pasti ikutan icip-icip semua makanan .. hehehe ..
    Bukannya rakus loh ya kayak ikan sapu-sapu … 😃, tapi pengin nyicipin semua masakan yang ada di acara Mangkaluagh ini.

  2. Wuahahhaahahaa ..
    Wadoooh ketauan daaah kalo rencanaku datang ke acara pesta makan besar ini modus … 🤣😅

    Tapi beneran kok, aku penasaran banget sama menu makanannya yang banyak banget begitu 😁
    Biar ngga ketauan kekenyangan … berdirinya nunggu agak lamaan aja … pura-pura betah duduk

    1. wkwkkwk..ya iyalah bg hahaha

      yg jelas biasanya ada sapi atau kerbau yg dipotong, tapi ini juga tergantung strata sosial penyelenggara hajatan

      wah pesen kopi lalu pilih duduk di teras saja biar bisa lama bang wkwkwk

  3. Unik ya adatnya. Tapi itulah indahnya hidup di desa, sifat kekeluargaan dan kegotongroyongannya masih kental. Beda dgn d kota yg sangat jarang ditemukan. Semoga adat tradisi seperti ini terus dijaga hingga ke anak cucu

  4. Nah dapet pengetahuan lagi, baru tau aku kalo ada tradisi ini di Bengkulu. Ragamnya banyak ya setiap kabupaten. Moga moga kedepannya ada info baru lagi tentang tradisi yang ada di Bengkulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.