Menikmati Keasrian Bumi Swarang Patang Stumang

Suatu hari, menikmati udara segar pegunungan di persawahan Kampung Asri Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

jalanjalankitadotcom – Sinar matahari masih malu-malu muncul di sela-sela Pegunungan Bukit Barisan, saat kami menyusuri jalanan Kota Muaraaman Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Pagi itu kami meluncur menuju Kecamatan Lebong Sakti, sekitar 10 menit dari pusat Kota Muaraaman.

Begitu selesai mengantarkan salah satu crew ke lokasi liputan, kamipun langsung bergegas kembali menyusuri jalanan aspal mulus yang diapit kuningnya tanaman padi di kiri kanan, dengan hiasan pohon pinang yang berjajar rapi di setiap garis pematangnya.

Ahh terlalu singkat kami singgah di Kota yang sempat dijuluki sebagai Batavia Kecil di Sumatera semasa era kolonialisme Belanda ini.

Tak berselang lama, kamipun akhirnya tak bisa menahan godaan mata, yang sejak tadi menikmati kuningnya hamparan persawahan warga. Kami pun berhenti, dan memutuskan turun dari kendaraan dan menikmati lebih dekat panorama keasrian alam Lebong.

Berhenti sejenak di persimpangan Tugu Tani di Kecamatan Lebong Sakti Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu.

Bermodalkan kamera android, kamipun langsung beraksi ala-ala fotografer dan pengarah foto profesional. Namanya amatiran, ya kamipun langsung puas dengan beberapa jepretan yang terekam selama 10 menit itu.

Persawahan yang memikat dengan hamparan pegunungan nan membiru di latar belakangnya ini, berada di wilayah Kecamatan Lebong Sakti.

Terlena dengan semua keindahan dan sejuknya udara saat itu, saya akhirnya lupa menanyakan nama desa lokasi persawahan tadi hahaha. Jadi sebut saja kami sedang berada di Kampung Asri ya.

“Hemm andai saja tadi bawa segelas kopi panas dan dua potong goreng pisang, pasti makin maknyos pagi ini,” gumam saya dalam hati sambil duduk di salah satu pematang sawah.

Kita sudahi dulu bermanis manis merangkai kata ala-ala cerpenis, karena sumpah saya jadi kaku sendiri wkwkw, lah dasar memang bukan penulis cerpen hahaa.

Jadi, Kabupaten Lebong itu 12 tahun lalu masih tergabung dalam Kabupaten Rejang Lebong, sebelum akhirnya dimekarkan sebagai Kabupaten sendiri dengan ibukota di Muaraaman.

Letak geografisnya membuat semua titik di bumi Swarang Patang Stumang ini sangat sejuk dan mampu memanjakan mata, karena keasrian alamnya ditambah dominasi hamparan persawahan yang bisa kita lihat dari beberapa sudut ketinggian berbeda di pinggiran Kota.

Salah satu pemandangan yang bisa ditemukan di akses jalan menuju pusat perkatoran Lebong dan Pasar Muaraaman.

Saya sendiri sampai rela berulang kali datang ke Lebong, demi menikmati sensasi panorama dari atas pegunungan Bukit Barisan, dan melihat titik demi titik perkampungan di sela-sela hamparan persawahan nun di kejauhan.

Ada banyak pilihan objek wisata alam hingga wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Lebong, mulai dari sumber air panas di Air Putih, Arung Jeram di Sungai Ketahun, Goa Kacamata yang merupakan tambang salah satu penyumbang emas Tugu Monas, Danau Picung, wisata edukasi perkebunan kopi khas Mangkuraja, hingga wisata kuliner ataupun religi ke Masjid Agung Sultan Abdullah yang berada di kaki perbukitan.

Kalo view nya begini mah, siapa juga yang gak mau datang berkali-kali hehehe.

Kabupaten Lebong bisa dijangkau sekitar 3-4 jam perjalanan darat dari Kota Bengkulu dengan berkendara baik roda dua maupun roda empat (melalui Bengkulu Utara) atau 4,5-5 jam bila memutar melalui Kota dingin Curup Rejang Lebong.

Tak perlu repot-repot mencari-cari spot foto, karena begitu kita memasuki wilayah Lebong khususnya Kota Muaraaman, akan ada begitu banyak spot-spot foto cakep di kanan kiri jalan yang yang kita lalui.

Jadi sangat disarankan bagi Anda yang berkunjung, agar kamera Anda selalu standby dan memiliki ruang memori yang besar.

Sesuai letak geografisnya yang berada di hamparan lembah nan luas diantara pegunungan Bukit Barisan, wilayah Lebong memiliki udara yang sejuk dan bahkan cenderung sangat dingin di malam hari. Ditambah guyuran hujan deras, yang biasanya masih akan kita temukan meski di masa kemarau sekalipun.

Memandang pegunungan Bukit Barisan dari dalam Masjid Sultan Abdullah yang termasyur.

Bicara soal penginapan, di Kota Muaraaman sudah banyak pilihan penginapan dan hotel meski belum ada yang berbintang 3.

Tapi ini tentu keuntungan sendiri bagi para traveller yang ingin hemat, karena biaya menginap di wilayah ini terbilang murah yakni mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 400-an ribu per malam, tergantung hotel dan kelas yang diambil.

Sedikit saran, untuk yang ingin mendapatkan suasana penginapan sedikit berbeda ala-ala tinggal di kaki perbukitan, bisa memilih penginapan tak jauh dari Pasar Muara Aman tepatnya di akses jalan menuju wisata Goa Kacamata.

Hanya sekitar 5 menit dari pusat kota. Di situ terdapat sebuah penginapan yang dibangun di lerang-lereng bukit, sehingga antar kamar pengunjung dipastikan berada di ketinggian yang berbeda karena memang bangunannya terpisah satu sama lain.

Oh iya, sebagai gambaran umum, waktu tempuh dari pusat kota Muaraaman ke hampir semua lokasi wisata yang saya sebutkan tadi, rata-rata bisa dicapai dalam hitungan menit berkendara, kecuali menuju lokasi titik arum jeram yang jarak tempuhnya lebih dari 30 menit.

Bagaimana, kira-kira wisata mana yang sudah masuk listnote Anda? Kalo saya sih positif hamparan persawahan Lebong Sakti tadi, terus Sumber Air Panas Air Dingin. Di sumber air panas ini, sekalian ya bawa telur agak sekarpet, karena bisa merebus telur sampe mateng di situ hanya dalam hitungan menit hehe, jadi bisa makan di lokasi.

Ok guys, demikian dulu ya, jumpa lagi di coretan kita selanjutnya….jangan lupa baca juga referensi One Day Trip wisata di Kota Bengkulu.

Bagikan ke

36 thoughts on “Menikmati Keasrian Bumi Swarang Patang Stumang

  1. Iya ya … nyantap pisang dan ngopi di pinggir pematang sawah enaaak juga … lihat pemandangan sawah ditemani semilir angin pedesaan.

    Aku penasaran sama prmandangan air panas di Air Putih nih..

  2. Duh suasananya asri banget ya kak.. Serasa mau main ke kampung halaman,, Siap2 lah saya menikmati keasrian di Semarang saja.. Kapan kapan main ah k bumi swarang patang xixixi.. Nice info kak

  3. Lebong ini juga merupakan kota sejuk yah, karena daerahnya pegunungan jadi asri nyaman. aku sendiri sih belum pernah ke lebong hanya batas kota curup saja, pingen suatu saat nanti liburan ke sana. hehehe

  4. Foto di atas arsitektur bagian dalam masjid Lebong yang terkenal itu ya kak? Biasanya orang-orang foto kan dari luarnya, bukan dari dalamnya begini hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.