Meniti Jembatan Licin Beroli, Berani?

Lomba Meniti Jembatan di Desa Pondok Panjang Kecamatan V Koto Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, digelar oleh warga untuk memeriahkan suasana lebaran Idul Fitri.Β (foto from video youtube)

jalanjalankitadotcomAda ada saja tradisi ataupun kegiatan unik yang digelar warga, untuk menyemarakkan masa libur lebaran guys.  😎  😎

Bila Sebelumnya kita melihat tradisi dan budaya unik dari Suku Serawai, kali ini ada sebuah perlombaan unik yang digelar oleh masyarakat di Kabupaten Mukomuko, masih di Provinsi Bengkulu.

Menurut ane menjadi unik, karena digelar masih dalam hangat-hangatnya suasana lebaran Idul Fitri. Jadi disaat loe masih sibuk ama salam-salaman dan aneka kue serta pangan lebaran, ini masyarakat di Desa Pondok Panjang Kecamatan V Koto tepatnya, sudah asik dengan agenda unik mereka guys. πŸ˜†Β  πŸ™„Β  πŸ˜€

(Baca juga:Β Sekujang, Versi Sosialnya Halloween di Indonesia)

Kegiatannya pun sebenarnya terbilang sederhana dan bisa dilakukan hampir semua orang. Tapi warga memberi tambahan tantangan, dengan menambahkan pelicin alias oli dalam unsur permainan.

Adalah “Lomba Meniti” yang digelar warga setempat guys, di salah satu sungai yang mengalir di desa. Setiap peserta, harus meniti sebuah jembatan berbahan satu batang pohon pinang, yang dibentangkan di atas aliran sungai #siapsiapbasah #awasjatuh. 😎  😎 

Meski yang jatuh jauh lebih banyak dari yang berhasil sampai ke seberang, namun puluhan warga tak kapok untuk terus menjajal menaklukkan tantangan si Jembatan Licin. (foto from video youtube)

Bedanya, seluruh bagian jembatan yang merupakan sebatang pohon pinang ini, sudah dilumuri oli dari ujung ke ujung #licinciin #jatuhdungeyke #gaswatngangkang hahaha. πŸ˜€Β  πŸ˜€Β  πŸ˜†Β  πŸ˜†

Nah wes ketebak toh gimana rasanya nyeberangin jembatan lunyu bin licin karena dilumur oli githu, pasti pada berjatuhan tuh para peserta wkwkwk.

Yah namanya buat seru-seruan tradisi Lebaran, jadi tetap aja yang ikut itu buanyak banget alias pull kuota xixixi. Hasile….puluhan peserta yo podo tibo alias tumban (bahasa Serawai) alias nyebur basah ngono rek.

Tantangannya makin susah rek, karena sungaine ya cukup lebar lho, ada sekitaran 8 meteran githu ombo alias lebarnya #sororek. πŸ˜₯Β  πŸ˜•Β  πŸ™„Β  πŸ˜€

Tapi namanya lomba alias kejuaraan, pasti tetap ada pemenangnya toh. Dan kali ini yang menang itu memang sukses berjalan melintasi jembatan beroli ini tanpa jadi korban si oli yang licin.

Kalo kata Kepala Desa Pondok Panjang Kecamatan Lima Koto, kegiatan ini sih sebenarnya baru digelar setelah sekian lama hilang dari tradisi warga sob.

Mau dewasa ataupun masih anak-anak, gak mau ketinggalan deh buat bikin rame nih sungai itung-itungnya seger-segeran gratis ketimbang mbayar kalo mau berenang di Kolam Renang sewaan hehehe.Β (foto from video youtube)

Memang tak ada hadiah istemewa khusus yang disiapkan panitia, selain hadiah uang tunai ataupun barang-barang lain yang terbilang alakadarnya, lah tujuannya itu memang cuman untuk bikin rame-rame ngoten kok hehehe. 😎  πŸ˜€

So, buat yang bosen atau udah kelar bersilaturahmi dan bingung bengong mbalon koyo manuk kademen, mending buat planning gabung kemari lah, lumayan bisa mandi gratis coy hahaha.

Sekian dulu yak, ketemu maneh nanti di coretan gak penting selanjutnya. Biar gak penting sing penting gak bikin sinting dan dompetmu miring toh, benar ra cuk? hahaha πŸ˜†Β  πŸ˜†Β  πŸ˜€

Maaph lahir batin yo, moga rejekine lancar babar blass, sing dagang mugimugi laris manis tanjung kimpul barang habis rejekine kumpul…aamiinnn Allahuma aamiinnn. πŸ˜‰Β  πŸ˜‰Β  πŸ˜‰

Sing belum mendhem alias puyeng πŸ˜€ πŸ˜† , monggo mampir di mari juga yah:Β Tradisi Unik, Jamuan Di Malam Takbiran.

Tulisan ikiΒ tigawe kanggoΒ njawab tantangan dari Blogger Bengkulu untuk #nulisserempak tentang #lebarandibengkulu #akubloggerbengkulu.

Bagikan ke

14 thoughts on “Meniti Jembatan Licin Beroli, Berani?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*