Merasakan Langsung Spirit Kemerdekaan Dari Rumah Fatmawati 

Replika patung Fatmawati yang dipajang di depan kediaman keluarga di Jalan Fatmawati nomor 10 Kota Bengkulu.

jalanjalankitadotcom – Siang itu sekitar pukul 11.00 WIB, ane akhirnya meluncur menuju ke jalan Fatmawati nomor 10 Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu. Cuaca  memang cukup cerah, dengan suhu udara yang panas karena memang sudah menjelang masuk waktu sholat jumat.

Hari ini ane memaksakan diri untuk berkunjung, setelah satu hari sebelumnya niat ane dan seorang blogger lainnya harus batal, karena halangan agenda dadakan di kantor. 😎 

Beberapa umbul-umbul dan riasaan kain merah putih, menyambut kedatangan ane dan si macan merah #nyangnyambutloeemangsapa #ahhparahhahaha #GRloee #wkwkwk. 😀  😆  😀 

Ya kurang lebih begitu gambaran suasananya men, saat ane tiba di rumah Ibu Fatmawati pada Jumat 11 Agustus siang.

Suasana halaman sih tampak sepi dan hanya tampak satu sepeda motor yang parkir di pojokan bawah bangunan rumah Ibu Fatmawati yang berdesain panggung khas rumah tradisional warga Bengkulu ini.

Tapi rupanya di bagian dalam, ada dua orang penanggung jawab rumah yang tengah sibuk beres-beres dan menata sejumlah barang, maklum hari itu infonya Bu Mensos RI mau datang sowan berkunjung di sela-sela agenda lawatan resminya di Kota Bengkulu.

Rumah Fatmawati ini berada di Jalan Fatmawati nomor 10 Kelurahan Penurunan Kota Bengkulu. Mengenai asal muasal kepemilikan rumah ini masih menjadi simpang siur, karena ada yang menyebut rumah ini sebenarnya rumah kerabat orang tua Fatmawati yang dihibahkan karena sebelumnya orang tua Fatmawati tinggal di Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong sebelum akhirnya pindah ke Kota Bengkulu dan sempat mengontrak rumah di lokasi lain.

Tapi sepertinya jadwal kunjungan dimundurkan waktunya, karena perubahan jadwal bu Menteri yang akhirnya baru bisa singgah ke sini pada Sabtu pagi, setelah sebelumnya tiba di Bandara Fatmawati pada Jumat malam.

Saat ane masuk Jumat itu, sebenarnya tak ada persiapan khusus yang dilakukan selain bersih-bersih biasa baik di dalam maupun di pekarangan rumah.

Menurut Pak Marwan Amanadin selaku penanggung jawab sekaligus kepala rumah tangga Rumah Ibu Fatmawati saat ini, bendera merah putih, umbul-umbul dan dan rempel hias kain memang selalu dipasang di moment hari Kemerdekaan RI, bahkan sejak awal bulan.

Tak mau membuang kesempatan, ane pun langsung menggali informasi seputar rumah keluarga Fatmawati yang kini status pengelolaannya, berada langsung di bawah Biro Umum Pemda Provinsi Bengkulu ini.

Menurut Marwan yang notabene merupakan pensiunan pegawai kantor pos ini, salah satu benda paling penting peninggal Ibu Fatmawati yang ada di rumah ini, adalah mesin jahit legendaris, yang kini ditempatkan di salah satu ruang kamar.

Mesin jahit ini berwarna merah pada bagian atas, dan merupakan jenis mesin jahit Singer produksi tahun 1941. Dengan mesin jahit inilah, Bu Fat dulu menjahit bendera merah putih yang kemudian dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 silam.

Salah seorang pengunjung berpose di mesin jahit Singer keluaran tahun 1941 yang merupakan milik Fatmawati dan digunakan untuk menjahit Bendera Pusaka Merah Putih, yang kemudian dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Di latar belakang tampak sejumlah foto kenangan Fatmawati.

Benda bersejarah ini seolah mengantarkan kita, pada memoar puluhan  tahun silam saat semangat perjuangan kemerdekaan dan persatuan, terasa di seluruh penjuru tanah air. Semangat inipula, yang tampaknya juga ingin dirasakan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa, yang secara khusus menyempatkan diri untuk sowan berkunjung pada Sabtu (12/8) pagi.

Bahkan untuk  menguatkan semangat kemerdekaan yang terus berkobar itu, Khofifah kemudian  mencoba menjahit sendiri sebuah bendera merah putih dengan mesin jahit serupa.

Namun yang ini umur mesin jahitnya belum melegenda brow hehehe, ya soale gak mungkin  menjahit dengan mesinnya Bu Fat yang sudah menjadi benda pusaka toh, disamping karena memang usia mesin  jahit Bu Fat memang cukup sepuh.

Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa saat menjahit bendera di rumah Ibu Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu di sela-sela kunjungan kerjanya Sabtu (12/8) siang. Namun ini bukan mesin jahit asli yang digunakan oleh Fatmawati untuk menjahit Bendera Pusaka Merah Putih lho, melainkan mesin jahit lain yang sengaja disiapkan panitia. Maklum, mesin jahit milik Fatmawati sudah ditetapkan sebagai salah satu benda Pusaka, disamping karena memang usia mesin jahit tersebut yang telah sepuh. (foto Ist)

Jadilah wanita tangguh asal pulau Jawa ini, penjahit dadakan yang mendapat tempat spesial untuk merangkai kain merah putih.

Rupanya ehh rupanya brow, ini tangan bu Menteri gesit dan lincah juga yah menjahit, terbukti tuh gak butuh waktu terlalu lama, duplikat bendera merah putih versi jahitannya Khofifah Indar Parawansa sudah selesai dan siap ikut dikibarkan.  😎  😎  😎

Disini kita bisa rasakan semangat kebangsaan, bagaimana bendera merah putih dijahit Ibu Fatmawati Soekarno. Bendera Merah Putih tidak sekedar identitas bangsa tapi simbol kedaulatan bangsa dan negara.” ungkap Khofifah.

Oh iya, Khofifah sendiri itu datang ke Provinsi Bengkulu untuk menghadiri rapat koordinasi verifikasi dan validasi data perluasan bantuan sosial non tunai PKH, serta bantuan pangan non tunai serta pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap ke III di Kota Bengkulu dan Bengkulu Utara.

Ane sih bukan gak mau ikutan jahit menjahit dengan suasana yang heroik gini ya guys, tapi daripada itu bahan kainnya pada rusak gak jelas ane buat, jadi mending kita jahit tulisannya aja ya guys hahhahaha.

Nah buat sobat traveller yang ingin merasaan langsung sensasi hari kemerdekaan yang sangat berbeda dan kuat berasa spiritnya kayak Bu Mensos, bisa langsung merepat dimari ya tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Tapi untuk bagian benda pusaka mesin jahitnya Bu Fatmawati, hanya diperkenankan sebatas memegang dan berpose selfie guys, ini demi menjaga kondisi mesin jahit yang legendaris itu.

So tunggu apalagi, hayuk merasakan spirit kemerdekaan Indonesia di Bumi Raflesia, Bengkulu.

Ohiya, ada tips nih buat yang mau berkunjung ke mari, jangan lupa mengisi buku tamu yang ada di meja ruang tamu ya, sekalian tidak apa-apa menyisipkan beberapa lembar uang kertas di situ, biar lebih plong saat mau berkeliling ataupun bertanya-tanya hehehe, anggap aja tips ya mas broww…Merdeka!!

Bagikan ke

16 thoughts on “Merasakan Langsung Spirit Kemerdekaan Dari Rumah Fatmawati 

    1. hehehe…wah miris ya ternyata, tapi memang sih, orang yang di Bengkulu malah menurut pengelola justru yang paling jarang berkunjung, khususnya pelajar dan mahasiswa, sepertinya lupa dengan sejarah daerah sendiri

  1. Aku blum pernah ke Bengkulu. Kemarin ditawarin ke sana tapi waktunya ga pas. Iya, pengen lihat mesih jahit yang legendaris itu. Aku tu pengen banget datang ke semua tempat di mana Bung Karno pernah singgah

  2. btw, siapakah seorang blogger itu? hehe

    biasanya kan barang kalo di simpan dan ga digunakan bakal rusak. tapi barang pusaka mah pengecualian kali ya karena di jaga terus?

    1. hehehe…wah rupanya dibaca juga ampe bagian itu hehehe….
      iya maksudnya gak digunakan itu tidak digunakan lagi untuk menjahit demi menjaga kondisinya yang sudah tua, tapi tetap dirawat agar tetap prima kondisinya meski sudah uzur secara umur hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*