Tabut, Pesona Budaya Kolosal dari Bumi Rafflesia

f(Bencoolen Tabut Festival, 11-21 September 2018)

Hello Travellers.. Gak sempurna rasanya bila perjalanan kamu hanya untuk mendapatkan satu pengalaman wisata. Paling mantap tentu untuk satu kunjungan, kita bisa menikmati tiga hingga beberapa pengalaman wisata sekaligus, hemat waktu ya hemat biaya.

Nah semua itu bisa kita dapatkan, saat berkunjung ke Kota Bengkulu yang merupakan ibukota dari provinsi Bengkulu, sebuah destinasi wisata nan eksotis di sisi barat pantai Sumatera.

Bengkulu memiliki puluhan event wisata yang rutin digelar setiap tahunnya baik wisata budaya, bahari, kebangsaan hingga sejarah, dan satu diantaranya merupakan bagian dari Calander of Event Wonderful Indonesia 2018.

Adalah Tabut, salah satu event tahunan yang mampu menyedot perhatian ratusan ribu pengunjung baik lokal maupun mancanegara. Tabut sendiri, ditetapkan sebagai satu dari Seratus Premier Event CoE Wonderful Indonesia 2018 pada Desember 2017 lalu.

Tabut sendiri berlangsung setiap tanggal 1 hingga 10 Muharram bertepatan dengan tahun baru Islam, yang merupakan tradisi untuk mengenang pertempuran di Padang Karballa yang menewaskan cucu Nabi Muhammad SAW, yakni Hasan Husein.

Sementara Festival Tabut, merupakan event budaya yang dikemas dalam bentuk aneka pertunjukan seni selama 10 hari berturut-turut. Selama 10 hari itu pula selain pentas kesenian, panitia juga akan menggelar lomba berbagai kreasi budaya hingga kreasi musik dan tarian.

(foto edit by Alesha Wisata)

Yang menjadi favorit pengunjung, biasanya adalah bagian perlombaan kreasi Musik Dol dan Tarian Tabut.

Dan bagian terkolosalnya, adalah pada agenda puncak Festival Tabut berupa Tabut Tebuang, yang ditandai dengan arak-arakan seluruh Tabut yang jumlahnya bisa mencapai ratusan, dengan menempuh berkilo-kilometer jalanan protokol kota, menuju makam Syah Burhanuddin Senggolo di Kelurahan Padang Jati.

Pada moment ini, puluhan ribu warga baik pengunjung maupun keluarga Tabut, akan tumplek blek memenuhi jalanan Kota.

Festival Musik Dol yang rutin digelar di Pantai Panjang Bengkulu pada bulan November. Namun selama Festival Tabut, kita juga bisa menikmati ratusan kreasi musik dol yang ditampilkan para peserta lomba.

Dobel pointnya bila kita berkunjung saat Festival Tabut berlangsung, kita akan bisa menikmati aneka kreasi musik dol, alat musik khas yang tak dimiliki daerah lain. Musik Dol merupakan gendang perkusi yang dimainkan secara masal, dan saat ini sudah memecahkan rekor alat musik kategori Superlatif.

Selain Tabut, kita juga bisa menikmati sejumlah wisata lain yang semuanya ada di Kota Bengkulu dan memiliki jarak tempuh satu sama lain hanya dalam hitungan 5-15 menit saja.

Kampung China (China Town)
  • Wisata Sejarah

Benteng Marlborough (peninggalan Inggris), China Town, Thomas Phar, Komplek Makam Inggris, Rumah Gubernur Jenderal Inggris saat di Bengkulu.

  • Wisata Alam

Pantai Panjang (merupakan pantai dengan vegetasi cemara laut yang membentang hingga 7 km), Danau Dendam Tak Sudah (peninggalan Belanda), Pantai Berkas, Pantai Tapak Paderi, Pulau Tikus (snorkling & mancing).

  • Wisata Kebangsaan

Rumah Pengasingan Bung Karno dan Rumah Ibu Fatmawati (keduanya hanya berjarak tak lebih dari 1Km), serta Masjid Jamik (karya Ir. Soekarno).

Sejarah mencatat bahwa Bengkulu berperan besar bagi kemerdekaan Indonesia. Bung Karno pernah diasingkan di sini pada tahun 1938-1942. Di sini pula Bung Karno bertemu dan kemudian meminang Ibu negara pertama Republik Indonesia, Fatmawati. Dari tangan Fatmawati, Sang Saka Merah Putih dijahit dan dikibarkan pertama kali pada 17 Agustus 1945.

Memoar nasionalisme dan sejarah kemerdekaan ini, bisa kita temukan tersimpan apik di rumah peninggalan keduanya, yang sampai saat ini masih begitu terawat, diantaranya ratusan foto kenangan Fatmawati dan Soekarno, baju kenegaraan Fatmawati, Mesin Jahit yang digunakan menjahit Bendera Pusaka, hingga perlengkapan beberapa perabotan lain milik Fatmawati.

Masjid Jamik di Kota Bengkulu yang merupakan salah satu peninggalan karya arsitektur dari Presiden Soekarno.

Karya arsitektur Bung Karno yakni Masjid Jamik, juga bisa kita kunjungi sekaligus saat menikmati puncak Festival Tabut, yakni tabut Tebuang karena posisinya berada persis di tengah-tengah rute Karnaval Tabut.

  • Wisata Batik

Batik Kain Besurek merupakan batik khas Bengkulu dengan ciri khas yang sangat unik, berupa ornamen kaligrafi huruf arab tanpa makna yang dipadu motif lokal fauna dan Bunga Rafflesia.

Pemerintah setempat bahkan rutin menggelar Karnaval Busana Batik pada setiap tanggal 18 November, dengan menyulap jalanan sepanjamng 2 kilometer menjadi ajang catwalk bagi ribuan peserta.

Batik Kain Besurek (foto by @fianbkl)
  • Wisata Kuliner

Untuk urusan wisata kuliner, Bengkulu menawarkan begitu banyak masakan dan olahan pangan khas, mulai dari Tempuyak, Bagar Hiu, Gulai Palak (Kepala) Ikan, dan yang saat ini tengah gencar dipromosikan, adalah Kopi Bengkulu.

Dengan luasan kebun kopi lebih dari 90 ribu hektar, Bengkulu menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia. Dengan aromanya yang khas, kini wisata kuliner di Bengkulu menawarkan berbagai kreasi sajian kopi baik modern maupun tradisional, termasuk paket kopi yang siap diboyong sebagai oleh-oleh.

Lalu apakah akses transportasi dan akomodasi di sini sulit? Jawabannya jelas tidak. Sudah ada hingga lebih dari 10 penerbangan setiap harinya dari dan ke Bengkulu, baik itu rute dari Jakarta, Bandung, Batam maupun Palembang.

Untuk penginapan, juga tersedia begitu banyak pilihan mulai dari losmen kelas backpaker bertarif hanya Rp 75-150 ribu per malam, hingga kamar hotel berbintang 3 dengan layanan antar jemput dari dan ke Bandara.

So, tunggu apalagi!? Let’s Travelling guys…

 

Bagikan ke

2 thoughts on “Tabut, Pesona Budaya Kolosal dari Bumi Rafflesia

  1. Menarik banget Festival Tabut ini,mas.
    Beragam kesenian tampil disana.

    Aku penasaran pengin lihat penampilan musik Dol … sepertinya dentuman pukulan gendang perkusi massal terdengar sangat meriah dimainkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*