Tempuh 1.800 KM, Rayakan HUT RI di Ujung Barat Indonesia

Duo Gundul ini makin kompak setelah aksi botak bersama pasca resmi dan sah tiba di Tugu Nol Kilometer Indonesia di Pulau Sabang, dengan mengibarkan Bendera Merah Putih dan banner judul turing kesayangan hehe.

jalanjalankitadotcom – Semangat HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, tahun ini bisa dibilang yang paling meriah karena diterjemahkan dengan ribuan bahkan puluhan ribu kegiatan masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.

Ada begitu banyak kegiatan unik yang digelar rakyat Indonesia, khususnya yang menyesuaikan dengan budaya serta kearifan lokal masing-masing daerah.

Tapi tak hanya melulu upacara maupun perlombaan, semangat kemerdekaan ini juga bisa ditularkan dengan aktivitas hobi seperti yang dilakukan salah satu bikers kita yang satu ini.

Adalah Muhammad Febrian Yuliansyah Putra atau akrab di sapa Rian Bae, yang memilih menebarkan salam damai dan semangat persatuan NKRI dengan menempuh rute touring sejauh 1.800 kilometer lebih.

Pulau Sabang di ujung paling barat wilayah Indonesia, merupakan tujuan utama touring yang ia beri tajuk Touring Merah Putih ini. Tekadnya, merayakan kemerdekaan Indonesia di wilayah paling barat yang juga merupakan titik Nol Kilometer Indonesia ini.

Salam damai, persatuan dan semangat ulang tahun ke-72 kemerdekaan RI, adalah semangat yang ingin ia tularkan di sepanjang rute perjalanan yang dilalui.

Berangkat dari Kota Bengkulu pada Kamis 10 Agustus lalu, Rian sengaja memulai perjalanannya menuju rute Jalan Lintas Tengah Sumatera dari titik Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan.

Bapak dua anak dengan regis RTO 038 ini tak seorang diri, ikut bergabung satu orang biker lain yakni Periyanto pemilik regis 002 Tiger Owner Serasan Sekundang asal Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan.

Bro Rian RTO-038 dan Peri TOSS-002 saat singgah di sekretariat Intro Batusangkar.

Keduanya memulai rute perjalanan dari Kota Lubuk Linggau, dan singgah di sejumlah Kota di sepanjang jalur yang dilintasi, seperti Muara Bungo, Sijunjung, Batusangkar, Bukittinggi, Pasaman, Madina, Padang Sidempuan, Sidikalang dan tentunya Danau Toba dan Pulau Samosir di Sumatera Utara.

Danau Toba sendiri memang seolah sudah menjadi salah satu destinasi wajib para bikers Indonesia, yang melakukan perjalanan touring ke Pulau Sabang.

Hal ini tentu wajar dunk brow, selain karena pesona alamnya yang menjadi salah satu destinasi wisata Internasional di Indonesia, juga karena memang pesona Samosir dan Danau Toba itu terlalu sayang banget untuk dilewatkan setelah menempuh ribuan kilometer perjalanan.

Ujar beberapa bikers yang sudah singgah kemari saat touring, katanya sih lelah dan pegal pantat berhari hari di perjalanan ย sih langsung terbayar lunas saat pertama kali pandangan mata melihat birunya hamparan air danau Toba. Hemmm kapan nih ane punya kesempatan touring kemari juga yah, padahal udah beberapa kali planning tapi belum juga kesampaian.. huff..

Beuhh indahnya mennn…ini dia view Danau Toba dari kejauhan.

Nah balik lagi ama si Rian Bae dan Bro Peri yang lagi semangat-semangatnya di Pulau Sabang sono, perjalanan keduanya juga tak semulus yang direncanakan, meskipun persoalan dan tantangan teknis yang dialami alhamdulillah juga tak begitu berat.

Namanya perjalanan touring, kendala teknis tentu pasti ada dan kali ini yang dialami alhamdulillah hanya permasalahan busi yang mendadak mati. Jadi boleh dibilang perjalanan keberangkatan keduanya ini terbilang lancar.

Ditanya tentang kota mana saja yang paling berkesan selama perjalanan, Rian menyebut rute dari Sidikalang menuju Tapak Tuan menjadi rute dengan tantangan tersendiri. Sementara kota atau titik persinggahan yang paling berkesan, tetap di urutan nomor satu adalah Danau Toba dan Pulau Samosir.

Abaikan mukanya yang seram karena brewok dan kuciran itu yah, fokus aja sama view Samosir dan Danau Toba nya hehehe.

Keindahan di Danau Toba dan Pulau Samosir, menurutnya tak hanya karena pesona alamnya, melainkan juga karena kearifan lokal berupa adat istiadat yang masih begitu dipegang kuat oleh masyarakat setempat. Beuhh…bikin baper nih ocehan si Rian hahaha… mentang-mentang ane belum kesampaian ke sana hehe.

Tapi keduanya tak bisa berlama-lama di Toba, karena tujuan utama perjalanan adalah mengibarkan Merah Putih di Tugu Nol Indonesia di Pulau Sabang Nangroe Aceh Darussalam.

Jadilah keduanya yang sejak awal sengaja hanya makan dua kali sehari ini, lanjut menggeber gas macan masing-masing menuju Banda Aceh.

Tiba di Banda Aceh dua hari sebelum moment HUT RI, keduanya punya waktu lebih untuk berkeliling baik di Banda Aceh maupun ke beberapa kota terdekat seperti Meulaboh.

Si macan kuning dan pawangnya yang udah seminggu gak mandi berpose di Museum Tsunami Aceh.

Ehh iya, bagi yang agak aneh dengan dua kali makan sehari keduanya, hal ini sih biasanya memang sengaja dilakukan agar mata kita tak mudah mengantuk selama duduk di atas motor untuk melahap rute perjalanan hingga beberapa jam.

Biasalah brow, mata itu langsung ketarik kalo perut sudah penuh kan biasanya wkwkk, apalagi kalo yang dimamam itu mie dan telur, beuhh,,,itu balai bambu di pinggir jalan udah kayak kasur hotel saja hahaha. ๐Ÿ˜€ย  ๐Ÿ˜†ย  ๐Ÿ˜€ย  ๐Ÿ˜ฎย 

Nah soal kapan saja waktu yang tepat untuk makan, ya sebenarnya atur-atur ajah mana yang cocok sesuai kondisi di perjalanan, tapi memang sangat disarankan untuk tidak terlalu kenyang bila memang perjalanan masih lebih dari 2 jam lagi.

Biar sah, keduanya langsung botakin kepala ala-ala shaolin githu sebagai tandai sudah melakukan ceremoni dan prosesi di Tugu Nol Kilometer Indonesia.

Bicara soal budget yang dihabiskan hingga sampai ke Pulau Sabang, baik Rian Bae maupun Peri TOSS sih mengaku hanya habis sekitar Rp 1 jutaan.

Dan akhirnya jadilah keduanya berdiri dengan perut buncitnya masing-masing di Tugu Nol Indonesia, bersama puluhan bikers dan pengunjung lain yang juga sengaja datang dari berbagai wilayah, untuk mengibarkan Merah Putih maupun lambang klub masing-masing bersamaan dengan moment HUT Kemerdekaan RI.

Merdekaa …!!

Bagikan ke

20 thoughts on “Tempuh 1.800 KM, Rayakan HUT RI di Ujung Barat Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*